WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tradisi tahunan Bersih Dusun di Dusun Ngudal, Desa Platarejo, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, kembali digelar meriah pada Rabu Legi, 29 April 2026. Bukan sekadar ritual adat biasa, gelaran ini berubah menjadi magnet besar yang menyedot antusiasme warga sekaligus menghidupkan perputaran ekonomi desa lewat lonjakan aktivitas UMKM.
Sejak pagi buta, suasana dusun sudah ramai. Warga berbondong-bondong turun ke jalan mengikuti kerja bakti massal. Jalan kampung disapu bersih, saluran air dibenahi, fasilitas umum hingga area makam tak luput dari sentuhan gotong royong. Kebersamaan terasa kental, bukan formalitas, tapi benar-benar kerja nyata yang menyatukan seluruh lapisan masyarakat.
Bersih Dusun di Ngudal bukan hanya soal kebersihan fisik. Tradisi ini dimaknai lebih dalam sebagai upaya pembersihan lahir dan batin. Doa-doa dipanjatkan bersama, memohon keselamatan, kesehatan, kelancaran rezeki, serta ketenteraman hidup bagi seluruh warga.
Memasuki siang hingga sore, suasana beralih ke kenduri bersama. Warga membawa aneka hidangan tradisional untuk didoakan, lalu disantap bersama. Momentum ini jadi simbol kuat rasa syukur sekaligus perekat sosial yang jarang ditemukan dalam kehidupan modern.
Namun puncak kemeriahan justru terjadi saat malam tiba. Ratusan warga memadati lokasi pagelaran wayang kulit oleh dalang Ki Jangkung Sugiyanto yang digelar di halaman rumah Ibu RW. Suasana semakin pecah dengan hadirnya kesenian ganong yang langsung disambut sorak-sorai penonton. Hiburan rakyat ini bukan hanya tontonan, tapi juga identitas budaya yang masih hidup dan dijaga.
Di balik kemeriahan itu, geliat ekonomi warga ikut terdongkrak tajam. Deretan pedagang UMKM memenuhi area acara. Mulai dari makanan khas, minuman segar, jajanan tradisional, hingga mainan anak, semuanya laris diserbu pengunjung. Banyak warga memanfaatkan momen ini untuk membuka lapak, dan hasilnya langsung terasa.
Atik Istiqomah selaku Ibu RW Dusun Ngudal menegaskan pentingnya tradisi ini bagi kehidupan masyarakat.
“Tradisi ini bukan hanya sekadar acara adat, tetapi menjadi sarana mempererat kerukunan warga, melestarikan budaya leluhur, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat melalui UMKM yang ikut berjualan saat kegiatan berlangsung,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kekuatan utama tradisi ini terletak pada semangat gotong royong yang terus dijaga.
“Harapannya tradisi Bersih Dusun tetap terjaga, masyarakat semakin rukun, ekonomi warga semakin berkembang, dan generasi muda tetap mencintai budaya daerahnya sendiri,” tambahnya.
Apresiasi juga datang dari kalangan pemuda. Pantoro, salah satu pemuda setempat, menilai kegiatan ini punya dampak besar.
“Melalui kegiatan Bersih Dusun Ngudal 2026, masyarakat tidak hanya menjaga warisan budaya leluhur, tetapi juga menunjukkan bahwa tradisi lokal mampu menjadi penggerak persatuan, hiburan rakyat, sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui geliat UMKM desa” ungkapnya.
Bersih Dusun Ngudal 2026 menjadi manifestasi bahwa tradisi bukan sekadar peninggalan masa lalu. Di tangan masyarakat yang kompak, budaya justru menjelma menjadi kekuatan sosial dan ekonomi yang hidup, relevan, dan terus berkembang. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

17 hours ago
5

















































