Pemkot Lepas 232 Calon Jemaah Haji, Diharapkan Jadi Duta Daerah di Tanah Suci

19 hours ago 4

JAYAPURA — Pemerintah Kota Jayapura secara resmi melepas 232 calon jemaah haji untuk musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Prosesi pelepasan berlangsung penuh khidmat, menandai kesiapan para jamaah untuk menunaikan rukun Islam kelima setelah melalui berbagai tahapan persiapan. Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat.

“Hari ini yang berangkat sebanyak 232 orang. Kami berharap mereka menjadi duta-duta Kota Jayapura, berangkat dengan aman tanpa hambatan, menjalankan ibadah dengan baik, dan kembali sebagai haji yang mabrur. Kami juga memohon doa dari para jamaah untuk Pemerintah Kota Jayapura,” ujarnya ke awak media usai melepas calon jemaah haji di Kotaraja, Selasa (28/4).

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kota Jayapura mengalokasikan anggaran sebesar Rp920 juta untuk membiayai transportasi jamaah dari Jayapura menuju embarkasi di Makassar. Fasilitasi tersebut menjadi wujud kepedulian pemerintah daerah dalam membantu masyarakat menunaikan ibadah haji. Pembiayaan transportasi ini nantinya akan dikelola oleh Kementerian Agama Kota Jayapura, sebagai bagian dari upaya memberikan pelayanan terbaik kepada para jamaah.

Berdasarkan laporan yang diterima pemerintah daerah, kuota haji Kota Jayapura tahun 2026 sebenarnya mencapai 302 orang. Namun, hanya 232 jamaah yang dapat diberangkatkan. Sekitar 70 calon jamaah tidak dapat berangkat karena berbagai kendala, seperti ketidaksesuaian data alamat, tidak ditemukan saat proses verifikasi, hingga belum melunasi biaya perjalanan haji.

Pemerintah Kota Jayapura pun meminta pihak Kementerian Agama Republik Indonesia melalui jajaran di daerah untuk mengantisipasi persoalan tersebut di masa mendatang. Hal ini penting agar kuota haji tidak terbuang atau dialihkan ke daerah lain.

“Kami berharap ke depan ada solusi agar kuota yang tidak terisi bisa dialokasikan kepada daftar tunggu lainnya, sehingga tidak merugikan masyarakat yang sudah lama menanti,” tambah Rustan.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Jayapura, Wawan Satyawan, melaporkan bahwa seluruh jamaah yang berangkat telah mengikuti rangkaian manasik haji, termasuk pemeriksaan kesehatan serta pembinaan mental dan spiritual. Dari total 232 jamaah, terdiri atas 86 laki-laki dan 146 perempuan. Jamaah tertua tercatat berusia 81 tahun, sedangkan yang termuda berusia 17 tahun. Selain itu, terdapat enam jamaah yang masuk kategori lanjut usia (lansia).

JAYAPURA — Pemerintah Kota Jayapura secara resmi melepas 232 calon jemaah haji untuk musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Prosesi pelepasan berlangsung penuh khidmat, menandai kesiapan para jamaah untuk menunaikan rukun Islam kelima setelah melalui berbagai tahapan persiapan. Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat.

“Hari ini yang berangkat sebanyak 232 orang. Kami berharap mereka menjadi duta-duta Kota Jayapura, berangkat dengan aman tanpa hambatan, menjalankan ibadah dengan baik, dan kembali sebagai haji yang mabrur. Kami juga memohon doa dari para jamaah untuk Pemerintah Kota Jayapura,” ujarnya ke awak media usai melepas calon jemaah haji di Kotaraja, Selasa (28/4).

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kota Jayapura mengalokasikan anggaran sebesar Rp920 juta untuk membiayai transportasi jamaah dari Jayapura menuju embarkasi di Makassar. Fasilitasi tersebut menjadi wujud kepedulian pemerintah daerah dalam membantu masyarakat menunaikan ibadah haji. Pembiayaan transportasi ini nantinya akan dikelola oleh Kementerian Agama Kota Jayapura, sebagai bagian dari upaya memberikan pelayanan terbaik kepada para jamaah.

Berdasarkan laporan yang diterima pemerintah daerah, kuota haji Kota Jayapura tahun 2026 sebenarnya mencapai 302 orang. Namun, hanya 232 jamaah yang dapat diberangkatkan. Sekitar 70 calon jamaah tidak dapat berangkat karena berbagai kendala, seperti ketidaksesuaian data alamat, tidak ditemukan saat proses verifikasi, hingga belum melunasi biaya perjalanan haji.

Pemerintah Kota Jayapura pun meminta pihak Kementerian Agama Republik Indonesia melalui jajaran di daerah untuk mengantisipasi persoalan tersebut di masa mendatang. Hal ini penting agar kuota haji tidak terbuang atau dialihkan ke daerah lain.

“Kami berharap ke depan ada solusi agar kuota yang tidak terisi bisa dialokasikan kepada daftar tunggu lainnya, sehingga tidak merugikan masyarakat yang sudah lama menanti,” tambah Rustan.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Jayapura, Wawan Satyawan, melaporkan bahwa seluruh jamaah yang berangkat telah mengikuti rangkaian manasik haji, termasuk pemeriksaan kesehatan serta pembinaan mental dan spiritual. Dari total 232 jamaah, terdiri atas 86 laki-laki dan 146 perempuan. Jamaah tertua tercatat berusia 81 tahun, sedangkan yang termuda berusia 17 tahun. Selain itu, terdapat enam jamaah yang masuk kategori lanjut usia (lansia).

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|