MEDAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan menegaskan, kasus Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Kota Medan pada tahun ini terpantau meningkat. Akan tetapi, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan justru menegaskan, tidak ada peningkatan kasus ISPA di RS tipe B milik Pemerintah Kota (Pemko) Medan tersebut.
“Kalau di RS Pirngadi, kita justru tidak melihat adanya peningkatan pasien ISPA. Nggak tahu kalau di rumah sakit lain ya, tapi kalau di RS Pirngadi jumlah pasien ISPA biasa saja,” ucap Pelaksana tugas (Plt) Direktur Umum (Dirut( RSUD dr Pirngadi Kota Medan, dr Mardohar Tambunan MKes kepada Sumut Pos, Minggu (20/9).
Dikatakan dr Mardohar, secara umum jumlah kunjungan pasien di RS Pirngadi Medan memang mengalami peningkatan signifikan bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Akan tetapi, pihaknya tidak melihat adanya peningkatan pasien dengan keluhan ISPA di RS Pirngadi.
“Kalau jumlah pasien kita meningkat, bahwa beberapa kali kamar rawat inap terpantau penuh. Tapi untuk pasien ISPA, tidak ada peningkatan tajam,” ujarnya.
Dijelaskan Mardohar, adapun jumlah kunjungan pasien ISPA sepanjang Januari-Agustus 2026, yakni 45 Kunjungan untuk pasien Rawat Jalan dan 85 Kunjungan untuk pasien rawat inap.
“Untuk ISPA, yang rawat Jalan 45 kunjungan dan yang rawat inap 85 kunjungan,” katanya.
Dirincikan Mardohar, adapun untuk kunjungan rawat jalan, yakni sebanyak 12 kunjungan di Januari, 5 kunjungan di Februari, 8 kunjungan di Maret, 3 kunjungan di April, 7 kunjungan di Mei, 4 kunjungan di Juni, 3 kunjungan di Juli, dan 3 kunjungan di Agustus.
Sementara untuk kunjungan Rawat Inap, yakni sebanyak 14 kunjungan di Januari, 8 kunjungan di Februari, 9 kunjungan di Maret, 5 kunjungan di April, 8 kunjungan di Mei, 10 kunjungan di Juni, 13 kunjungan di Juli, dan 18 kunjungan di Agustus.
“Khusus untuk September, kita baru merekap hingga per 18 September, yakni 4 pasien rawat jalan dan 11 pasien rawat inap,” ungkapnya.
Meskipun begitu, Mardohar mengaku tetap akan memperhatikan data dari Dinkes Medan terkait perkembangan kasus ISPA di Kota Medan.
“Kita di RS Pirngadi tentunya siap melakukan upaya-upaya terbaik dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, termasuk bila memang terdapat peningkatan pasien ISPA,” pungkasnya. (map/azw)
MEDAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan menegaskan, kasus Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Kota Medan pada tahun ini terpantau meningkat. Akan tetapi, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan justru menegaskan, tidak ada peningkatan kasus ISPA di RS tipe B milik Pemerintah Kota (Pemko) Medan tersebut.
“Kalau di RS Pirngadi, kita justru tidak melihat adanya peningkatan pasien ISPA. Nggak tahu kalau di rumah sakit lain ya, tapi kalau di RS Pirngadi jumlah pasien ISPA biasa saja,” ucap Pelaksana tugas (Plt) Direktur Umum (Dirut( RSUD dr Pirngadi Kota Medan, dr Mardohar Tambunan MKes kepada Sumut Pos, Minggu (20/9).
Dikatakan dr Mardohar, secara umum jumlah kunjungan pasien di RS Pirngadi Medan memang mengalami peningkatan signifikan bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Akan tetapi, pihaknya tidak melihat adanya peningkatan pasien dengan keluhan ISPA di RS Pirngadi.
“Kalau jumlah pasien kita meningkat, bahwa beberapa kali kamar rawat inap terpantau penuh. Tapi untuk pasien ISPA, tidak ada peningkatan tajam,” ujarnya.
Dijelaskan Mardohar, adapun jumlah kunjungan pasien ISPA sepanjang Januari-Agustus 2026, yakni 45 Kunjungan untuk pasien Rawat Jalan dan 85 Kunjungan untuk pasien rawat inap.
“Untuk ISPA, yang rawat Jalan 45 kunjungan dan yang rawat inap 85 kunjungan,” katanya.
Dirincikan Mardohar, adapun untuk kunjungan rawat jalan, yakni sebanyak 12 kunjungan di Januari, 5 kunjungan di Februari, 8 kunjungan di Maret, 3 kunjungan di April, 7 kunjungan di Mei, 4 kunjungan di Juni, 3 kunjungan di Juli, dan 3 kunjungan di Agustus.
Sementara untuk kunjungan Rawat Inap, yakni sebanyak 14 kunjungan di Januari, 8 kunjungan di Februari, 9 kunjungan di Maret, 5 kunjungan di April, 8 kunjungan di Mei, 10 kunjungan di Juni, 13 kunjungan di Juli, dan 18 kunjungan di Agustus.
“Khusus untuk September, kita baru merekap hingga per 18 September, yakni 4 pasien rawat jalan dan 11 pasien rawat inap,” ungkapnya.
Meskipun begitu, Mardohar mengaku tetap akan memperhatikan data dari Dinkes Medan terkait perkembangan kasus ISPA di Kota Medan.
“Kita di RS Pirngadi tentunya siap melakukan upaya-upaya terbaik dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, termasuk bila memang terdapat peningkatan pasien ISPA,” pungkasnya. (map/azw)

15 hours ago
10

















































