STABAT – Gelapnya malam dan kondisi jalan yang terputus diduga menjadi petaka bagi rombongan wisatawan yang hendak meninggalkan kawasan Ekowisata Tangkahan, Kabupaten Langkat.
Toyota All New Avanza BK 1821 AGI yang membawa tujuh orang melaju dari arah Tangkahan menuju Padangtualang. Namun, ketika tiba di Dusun Titi Kurus, Desa Karya Jadi, Kecamatan Batangserangan, Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 19.00 WIB, perjalanan itu berujung maut.
Mobil tersebut terjun bebas ke aliran Sungai Batangserangan. Tiga penumpang meninggal dunia, satu orang mengalami luka berat dan tiga lainnya mengalami luka ringan.
Kanit Gakkum Polres Langkat, Ipda Budi Sihotang, mengatakan kecelakaan terjadi di ruas jalan yang kondisinya terputus akibat terkikis abrasi sungai.
Diduga, pengemudi berpatokan pada permukaan aspal yang masih terlihat. Namun, setibanya di titik jalan yang terputus, mobil tidak dapat melanjutkan perjalanan dan langsung terperosok ke sungai.
“Mobil penumpang datang dari arah Tangkahan menuju Padangtualang. Saat kejadian, cuaca hujan,” ungkap Budi, Minggu (20/9/2026).
Kondisi di lokasi semakin menyulitkan karena malam itu kawasan tersebut gelap. Tidak terdapat penerangan lampu jalan di sekitar titik jalan yang terputus.”Kondisi gelap tanpa penerangan lampu jalan,” kata Budi.
Menurutnya, ruas jalan tersebut memang mengalami kerusakan setelah badan jalan terkikis abrasi Sungai Batangserangan hingga terputus.
Petugas kemudian melakukan penanganan terhadap para korban. Korban meninggal dunia maupun luka-luka dibawa ke Rumah Sakit Umum Tanjungselamat Batangserangan untuk mendapatkan penanganan.
Tiga korban yang meninggal dunia masing-masing Adit (20), Egi (18), dan Hasbi (25). Sementara pengemudi Ismail Sani (40), serta dua penumpang lainnya, M Iqbal Al-Fahri (26) dan Johan Tantawi (32), mengalami luka ringan. Sedangkan Nadin (18) mengalami luka berat dan menjalani perawatan medis. Seluruh korban diketahui berdomisili di Kota Medan. (ted/ila)
STABAT – Gelapnya malam dan kondisi jalan yang terputus diduga menjadi petaka bagi rombongan wisatawan yang hendak meninggalkan kawasan Ekowisata Tangkahan, Kabupaten Langkat.
Toyota All New Avanza BK 1821 AGI yang membawa tujuh orang melaju dari arah Tangkahan menuju Padangtualang. Namun, ketika tiba di Dusun Titi Kurus, Desa Karya Jadi, Kecamatan Batangserangan, Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 19.00 WIB, perjalanan itu berujung maut.
Mobil tersebut terjun bebas ke aliran Sungai Batangserangan. Tiga penumpang meninggal dunia, satu orang mengalami luka berat dan tiga lainnya mengalami luka ringan.
Kanit Gakkum Polres Langkat, Ipda Budi Sihotang, mengatakan kecelakaan terjadi di ruas jalan yang kondisinya terputus akibat terkikis abrasi sungai.
Diduga, pengemudi berpatokan pada permukaan aspal yang masih terlihat. Namun, setibanya di titik jalan yang terputus, mobil tidak dapat melanjutkan perjalanan dan langsung terperosok ke sungai.
“Mobil penumpang datang dari arah Tangkahan menuju Padangtualang. Saat kejadian, cuaca hujan,” ungkap Budi, Minggu (20/9/2026).
Kondisi di lokasi semakin menyulitkan karena malam itu kawasan tersebut gelap. Tidak terdapat penerangan lampu jalan di sekitar titik jalan yang terputus.”Kondisi gelap tanpa penerangan lampu jalan,” kata Budi.
Menurutnya, ruas jalan tersebut memang mengalami kerusakan setelah badan jalan terkikis abrasi Sungai Batangserangan hingga terputus.
Petugas kemudian melakukan penanganan terhadap para korban. Korban meninggal dunia maupun luka-luka dibawa ke Rumah Sakit Umum Tanjungselamat Batangserangan untuk mendapatkan penanganan.
Tiga korban yang meninggal dunia masing-masing Adit (20), Egi (18), dan Hasbi (25). Sementara pengemudi Ismail Sani (40), serta dua penumpang lainnya, M Iqbal Al-Fahri (26) dan Johan Tantawi (32), mengalami luka ringan. Sedangkan Nadin (18) mengalami luka berat dan menjalani perawatan medis. Seluruh korban diketahui berdomisili di Kota Medan. (ted/ila)

18 hours ago
16

















































