JAYAPURA – Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pariwisata (Dispar) terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan sektor pariwisata sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah. Upaya tersebut diwujudkan dengan menghadirkan berbagai wahana permainan baru di kawasan wisata unggulan, salah satunya di Pantai Pasir 2 Holtekamp, Distrik Muara Tami.
Di kawasan pesisir yang dikenal dengan panorama alamnya yang indah ini, Dispar menghadirkan wahana permainan flying fox dan banana boat sebagai daya tarik baru bagi wisatawan lokal maupun luar daerah. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman rekreasi yang lebih beragam dan meningkatkan minat kunjungan ke destinasi wisata tersebut.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Richard Nahumury mengatakan bahwa pembangunan wahana permainan ini merupakan bagian dari strategi penguatan infrastruktur pariwisata, meskipun di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang diterapkan pemerintah.
Menurutnya, langkah ini bukan sekadar menambah fasilitas hiburan, tetapi juga menjadi upaya konkret dalam menciptakan destinasi wisata yang kompetitif dan berdaya saing.
“Kami optimistis kehadiran wahana modern seperti flying fox dan banana boat ini akan memberikan pengalaman berbeda bagi para pengunjung. Ini juga menjadi nilai tambah yang dapat meningkatkan lama tinggal wisatawan di lokasi,” ujarnya ke Cepos, Rabu (29/4).
Ia menjelaskan bahwa sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dengan pengelolaan yang baik dan pengembangan fasilitas yang berkelanjutan, potensi wisata di Kota Jayapura dinilai mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah.
“Flying fox ini kami yakini dapat menjadi salah satu ikon baru di kawasan Pantai Pasir 2 Holtekamp. Selain menarik minat wisatawan, keberadaan wahana ini juga akan berdampak langsung pada peningkatan PAD dari sektor pariwisata,” tambahnya.
Lebih lanjut, Nahumury menyampaikan bahwa ke depan pihaknya akan terus melakukan pembangunan dan penataan di berbagai objek wisata, khususnya yang telah memiliki Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pemerintah Kota Jayapura. Kolaborasi antara pemerintah dan pengelola wisata dinilai penting dalam memastikan keberlanjutan pengembangan destinasi. Ia juga mengimbau kepada para pengelola objek wisata yang belum menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah agar segera melakukan PKS.
Dengan adanya kerja sama tersebut, pemerintah dapat memberikan dukungan berupa pembangunan infrastruktur, promosi, hingga peningkatan kualitas layanan wisata.
“Harapan kami, seluruh pengelola wisata bisa bersinergi dengan pemerintah. Dengan adanya PKS, kami bisa memberikan perhatian lebih, baik dari sisi fasilitas maupun pengembangan destinasi. Ini penting agar pariwisata di Kota Jayapura bisa tumbuh secara merata dan berkelanjutan,” jelasnya.
JAYAPURA – Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pariwisata (Dispar) terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan sektor pariwisata sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah. Upaya tersebut diwujudkan dengan menghadirkan berbagai wahana permainan baru di kawasan wisata unggulan, salah satunya di Pantai Pasir 2 Holtekamp, Distrik Muara Tami.
Di kawasan pesisir yang dikenal dengan panorama alamnya yang indah ini, Dispar menghadirkan wahana permainan flying fox dan banana boat sebagai daya tarik baru bagi wisatawan lokal maupun luar daerah. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman rekreasi yang lebih beragam dan meningkatkan minat kunjungan ke destinasi wisata tersebut.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Richard Nahumury mengatakan bahwa pembangunan wahana permainan ini merupakan bagian dari strategi penguatan infrastruktur pariwisata, meskipun di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang diterapkan pemerintah.
Menurutnya, langkah ini bukan sekadar menambah fasilitas hiburan, tetapi juga menjadi upaya konkret dalam menciptakan destinasi wisata yang kompetitif dan berdaya saing.
“Kami optimistis kehadiran wahana modern seperti flying fox dan banana boat ini akan memberikan pengalaman berbeda bagi para pengunjung. Ini juga menjadi nilai tambah yang dapat meningkatkan lama tinggal wisatawan di lokasi,” ujarnya ke Cepos, Rabu (29/4).
Ia menjelaskan bahwa sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dengan pengelolaan yang baik dan pengembangan fasilitas yang berkelanjutan, potensi wisata di Kota Jayapura dinilai mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah.
“Flying fox ini kami yakini dapat menjadi salah satu ikon baru di kawasan Pantai Pasir 2 Holtekamp. Selain menarik minat wisatawan, keberadaan wahana ini juga akan berdampak langsung pada peningkatan PAD dari sektor pariwisata,” tambahnya.
Lebih lanjut, Nahumury menyampaikan bahwa ke depan pihaknya akan terus melakukan pembangunan dan penataan di berbagai objek wisata, khususnya yang telah memiliki Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pemerintah Kota Jayapura. Kolaborasi antara pemerintah dan pengelola wisata dinilai penting dalam memastikan keberlanjutan pengembangan destinasi. Ia juga mengimbau kepada para pengelola objek wisata yang belum menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah agar segera melakukan PKS.
Dengan adanya kerja sama tersebut, pemerintah dapat memberikan dukungan berupa pembangunan infrastruktur, promosi, hingga peningkatan kualitas layanan wisata.
“Harapan kami, seluruh pengelola wisata bisa bersinergi dengan pemerintah. Dengan adanya PKS, kami bisa memberikan perhatian lebih, baik dari sisi fasilitas maupun pengembangan destinasi. Ini penting agar pariwisata di Kota Jayapura bisa tumbuh secara merata dan berkelanjutan,” jelasnya.


















































