JAYAPURA — Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, kembali melakukan peninjauan sekaligus sosialisasi kepada para pedagang buah yang berjualan di sepanjang Jalan Otonom, tepatnya di depan kawasan lapangan tembak, Kamis (2/4) sore.
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota mengingatkan para pedagang agar tidak lagi berjualan di pinggir jalan atau bahu jalan. Imbauan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kota Jayapura dalam menjaga ketertiban, keselamatan, serta kelancaran arus lalu lintas di wilayah tersebut.
Menurutnya, aktivitas berjualan di bahu jalan memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan, baik bagi pedagang itu sendiri maupun pengguna jalan. Selain itu, keberadaan lapak di pinggir jalan juga berpotensi menimbulkan kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk ketika volume kendaraan meningkat.
“Kami ingin semua tetap bisa berusaha dan mencari nafkah, tetapi harus dilakukan di tempat yang aman dan semestinya, seperti di pasar. Jangan sampai membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” tegas Wali Kota saat berdialog dengan para pedagang.
Meski menyampaikan imbauan tegas, pendekatan yang dilakukan Wali Kota tetap mengedepankan sisi humanis. Ia tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para pedagang, bahkan turut membeli dagangan buah yang mereka jual.
Sikap tersebut menciptakan suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Para pedagang pun terlihat lebih terbuka dalam berdialog, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik tanpa menimbulkan kesan pemaksaan.
Beberapa pedagang mengaku memahami maksud dan tujuan pemerintah, namun berharap adanya solusi alternatif tempat berjualan yang lebih layak dan strategis agar tetap dapat menjalankan usaha mereka.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa pemerintah tidak melarang masyarakat untuk berjualan, melainkan ingin menata agar aktivitas ekonomi dapat berjalan seiring dengan aspek keselamatan dan ketertiban kota.
Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kota Jayapura akan terus melakukan sosialisasi secara persuasif kepada masyarakat, khususnya para pedagang kaki lima, dengan mengedepankan pendekatan dialog dan solusi bersama.
JAYAPURA — Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, kembali melakukan peninjauan sekaligus sosialisasi kepada para pedagang buah yang berjualan di sepanjang Jalan Otonom, tepatnya di depan kawasan lapangan tembak, Kamis (2/4) sore.
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota mengingatkan para pedagang agar tidak lagi berjualan di pinggir jalan atau bahu jalan. Imbauan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kota Jayapura dalam menjaga ketertiban, keselamatan, serta kelancaran arus lalu lintas di wilayah tersebut.
Menurutnya, aktivitas berjualan di bahu jalan memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan, baik bagi pedagang itu sendiri maupun pengguna jalan. Selain itu, keberadaan lapak di pinggir jalan juga berpotensi menimbulkan kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk ketika volume kendaraan meningkat.
“Kami ingin semua tetap bisa berusaha dan mencari nafkah, tetapi harus dilakukan di tempat yang aman dan semestinya, seperti di pasar. Jangan sampai membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” tegas Wali Kota saat berdialog dengan para pedagang.
Meski menyampaikan imbauan tegas, pendekatan yang dilakukan Wali Kota tetap mengedepankan sisi humanis. Ia tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para pedagang, bahkan turut membeli dagangan buah yang mereka jual.
Sikap tersebut menciptakan suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Para pedagang pun terlihat lebih terbuka dalam berdialog, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik tanpa menimbulkan kesan pemaksaan.
Beberapa pedagang mengaku memahami maksud dan tujuan pemerintah, namun berharap adanya solusi alternatif tempat berjualan yang lebih layak dan strategis agar tetap dapat menjalankan usaha mereka.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa pemerintah tidak melarang masyarakat untuk berjualan, melainkan ingin menata agar aktivitas ekonomi dapat berjalan seiring dengan aspek keselamatan dan ketertiban kota.
Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kota Jayapura akan terus melakukan sosialisasi secara persuasif kepada masyarakat, khususnya para pedagang kaki lima, dengan mengedepankan pendekatan dialog dan solusi bersama.


















































