Melihat Upaya Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Bantu Atasi Banjir Konya
Setiap kali hujan deras, kawasan pemukiman Konya hingga Perumahan Organda selalu dalam bayang-bayang banjir dan genangan air. Tiap tahun genangan banjir selalu terjadi, namun belum ada solusi yang menyentuh akar penyebab genangan. Tahun ini Balai Wilayah Sungai (BWS) turun tangan untuk membantu mengatasi persoalan klasik di kawasan ini.
Laporan: Jimianus Karlodi _ Jayapura
Banjir dan genangan air yang hampir terjadi setiap puncak musim penghujan, memang sudah akrab dirasakan warga di Perumahan Organda hingga kawasan Konya yang merupakan daerah resapan air. Bukan hanya luapan air dari kawasan ini, tapi juga kiriman air dari kawasan perumnas IV yang makin perparah genangan air.
Dave MuhaiminBila banjir di tempat lain, bisa langsung surut seiring dengan berhentinya curah hujan dari langit, berbeda yang terjadi di kawasan ini. Akibat saluran pembuangan air yang tidak sebanding dengan debit air yang masuk, ditambah daerah resapan yang kini sudah dibangun rumah sakit, membuat banjir menggenang. Butuh tiga hari untuk benar-benar surut, itu pun kalau tidak terjadi hujan lagi.
Kondisi ini kini juga menjadi perhatian serius dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua. Dimana BWS berencana untuk melakukan normalisasi dan melebarkan Kali Konya serta saluran air di area Perumahan Organda. Hal ini dilakukan untuk mengatasi masalah banjir tahunan akibat penyumbatan sampah dan penyempitan alur air.
Kali Konya merupakan saluran krusial karena menjadi kelanjutan aliran pembuangan air dari Perumahan Organda menuju Kali Acai hingga berakhir di Teluk Youtefa. Meski tidak langsung dilangsung, pelebaran sisi kali Konya ini menjadi program jangka panjang BWS Papua.
Melihat Upaya Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Bantu Atasi Banjir Konya
Setiap kali hujan deras, kawasan pemukiman Konya hingga Perumahan Organda selalu dalam bayang-bayang banjir dan genangan air. Tiap tahun genangan banjir selalu terjadi, namun belum ada solusi yang menyentuh akar penyebab genangan. Tahun ini Balai Wilayah Sungai (BWS) turun tangan untuk membantu mengatasi persoalan klasik di kawasan ini.
Laporan: Jimianus Karlodi _ Jayapura
Banjir dan genangan air yang hampir terjadi setiap puncak musim penghujan, memang sudah akrab dirasakan warga di Perumahan Organda hingga kawasan Konya yang merupakan daerah resapan air. Bukan hanya luapan air dari kawasan ini, tapi juga kiriman air dari kawasan perumnas IV yang makin perparah genangan air.
Dave MuhaiminBila banjir di tempat lain, bisa langsung surut seiring dengan berhentinya curah hujan dari langit, berbeda yang terjadi di kawasan ini. Akibat saluran pembuangan air yang tidak sebanding dengan debit air yang masuk, ditambah daerah resapan yang kini sudah dibangun rumah sakit, membuat banjir menggenang. Butuh tiga hari untuk benar-benar surut, itu pun kalau tidak terjadi hujan lagi.
Kondisi ini kini juga menjadi perhatian serius dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua. Dimana BWS berencana untuk melakukan normalisasi dan melebarkan Kali Konya serta saluran air di area Perumahan Organda. Hal ini dilakukan untuk mengatasi masalah banjir tahunan akibat penyumbatan sampah dan penyempitan alur air.
Kali Konya merupakan saluran krusial karena menjadi kelanjutan aliran pembuangan air dari Perumahan Organda menuju Kali Acai hingga berakhir di Teluk Youtefa. Meski tidak langsung dilangsung, pelebaran sisi kali Konya ini menjadi program jangka panjang BWS Papua.


















































