Mahasiswa di Sleman Dihajar Gerombolan Misterius, Dua Gigi Patah dan Kuku Lepas

17 hours ago 14
ilustrasi penganiayaan marbot masjid oleh pencuri kotak amalIlustrasi penganiayaan / Foto:JSnews

SLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Aksi kekerasan jalanan kembali mencoreng wilayah Sleman. Seorang mahasiswa harus menanggung luka serius setelah menjadi korban penganiayaan brutal oleh sekelompok orang tak dikenal saat melintas pada dini hari.

Korban bahkan mengalami dua gigi patah, luka memar di sejumlah bagian tubuh, hingga kuku jarinya terlepas akibat pengeroyokan tersebut.

Korban diketahui berinisial MNR (23), warga Kapanewon Seyegan, Sleman. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 05.30 WIB di kawasan Jalan Seyegan-Godean.

Kasihumas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro menjelaskan, sebelum kejadian korban bersama rekannya berinisial MI (23) baru saja pulang usai makan di sebuah warmindo di kawasan Jalan Godean. Keduanya berboncengan sepeda motor menuju arah Seyegan melalui Jalan Sidomoyo.

Namun di tengah perjalanan, korban merasa diikuti dua sepeda motor yang masing-masing berisi dua orang.

Saat melintas di sekitar warung Madura dekat Embung Senja Cebongan, para pelaku sempat menghentikan korban dan menanyakan soal rombongan pengendara motor jenis PCX.

“Korban ditanya terkait rombongan pengendara motor jenis PCX. Korban menjelaskan bahwa dirinya hanya berdua sepulang dari warmindo,” kata Argo dalam keterangannya, Selasa (26/5/2026).

Meski sudah memberi penjelasan, korban rupanya belum dilepaskan begitu saja. Setelah sempat melanjutkan perjalanan, korban kembali dicegat di depan SMP Negeri 1 Seyegan.

Saat itu para pelaku meminta korban menuju lapangan, namun korban memilih melanjutkan perjalanan pulang. Nahas, ketika sampai di kawasan utara SPBU Seyegan, korban kembali dihentikan dan langsung menjadi sasaran penganiayaan.

“Korban ditarik dari sepeda motor, dipukul pada bagian mulut, ditendang hingga terjatuh, serta mengalami beberapa tendangan di bagian perut dan tangan. Selain itu korban juga disabet menggunakan gesper yang mengenai lutut kaki kiri,” ungkap Argo.

Usai melakukan aksinya, para pelaku kabur berpencar ke arah utara dan selatan Jalan Seyegan.

Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka cukup serius. Dua gigi bagian atas patah, bibir bawah memar, kuku jari tengah tangan kanan terlepas, serta memar di bagian lutut, punggung, dan perut.

Kasus itu kemudian dilaporkan korban ke Polresta Sleman pada Senin (25/5/2026). Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap identitas para pelaku.

Polisi juga mengimbau masyarakat, khususnya remaja, agar lebih berhati-hati ketika berkendara pada malam hingga dini hari.

“Terutama pada jam rawan, malam hingga pagi hari, guna mencegah keterlibatan dalam aksi kekerasan maupun pergaulan yang berpotensi melanggar hukum. Masyarakat diharapkan menghindari bepergian sendirian pada jam rawan apabila tidak ada keperluan mendesak, serta memilih jalur yang ramai dan aman saat berkendara pada dini hari,” imbuh Argo. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|