WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Momen menyambut Hari Raya Waisak 2026 di Kabupaten Wonogiri tak hanya diisi persiapan ibadah, tetapi juga aksi nyata menjaga lingkungan dan memperkuat persaudaraan lintas agama. Semangat kebersamaan itu ditunjukkan Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Wonogiri melalui kegiatan bersih-bersih lingkungan lintas agama yang digelar di Vihara Cipta Sarana Budhi, Bulusari, Desa Bulusulur, Kecamatan Wonogiri, baru-baru ini.
Kegiatan tersebut menghadirkan suasana penuh keakraban. Penyuluh lintas agama se-Distrik Wonogiri tampak bergotong royong bersama umat Buddha Desa Bulusulur membersihkan area vihara dan lingkungan sekitar. Tak sekadar kerja bakti biasa, kegiatan ini menjadi simbol kuat bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi terciptanya kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Turut hadir Pimpinan Vihara Cipta Sarana Budhi, Triyatno, yang menyambut positif kegiatan tersebut. Kehadiran berbagai unsur masyarakat dan tokoh agama dalam satu kegiatan dinilai menjadi gambaran harmonis kehidupan masyarakat Wonogiri yang majemuk.
Pengurus Wilayah IPARI Jawa Tengah sekaligus Koordinator IPARI Distrik Wonogiri, H Asfari, SAg, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi program prioritas Kementerian Agama RI melalui gerakan Ekoteologi serta penguatan kerukunan umat beragama.
Menurutnya, konsep ekoteologi menggabungkan nilai spiritual dengan kesadaran menjaga lingkungan. Dalam pandangan tersebut, merawat alam bukan sekadar aktivitas sosial, melainkan bagian dari ajaran yang diajarkan seluruh agama.
“Kebersihan lingkungan, pelestarian alam, dan kepedulian terhadap ekologi sejatinya adalah ajaran semua agama. Karena itu, melalui kegiatan ini kami ingin membangun kerukunan sekaligus menumbuhkan kesadaran ekologis di tengah masyarakat,” ujar dia.
Ia menambahkan, kegiatan lintas agama seperti ini sudah menjadi tradisi IPARI Wonogiri setiap menjelang peringatan hari besar keagamaan. Khusus momentum Waisak tahun ini, kegiatan dipusatkan di rumah ibadah umat Buddha sebagai bentuk penghormatan, solidaritas, sekaligus penguatan toleransi antarumat beragama.
Menariknya, pelaksanaan kegiatan tidak hanya dilakukan di satu wilayah. Tahun ini program dibagi ke dalam lima distrik agar semangat kebersamaan semakin meluas di berbagai daerah.
• Distrik Wonogiri
• Distrik Wuryantoro
• Distrik Baturetno
• Distrik Jatisrono
• Distrik Purwantoro
“Tahun ini kegiatan dibagi di lima distrik, yaitu Distrik Wonogiri, Wuryantoro, Baturetno, Jatisrono, dan Purwantoro. Untuk Distrik Wonogiri, kegiatan dilaksanakan di Vihara Cipta Sarana Budhi, Bulusulur,” jelasnya.
Tak berhenti pada kerja bakti, IPARI juga menyerahkan bantuan berupa alat-alat kebersihan yang nantinya digunakan pihak vihara untuk menjaga kebersihan lingkungan tempat ibadah secara berkelanjutan.
Langkah ini diharapkan menjadi pemicu lahirnya lebih banyak kegiatan serupa di masa mendatang. Selain mempererat hubungan antarumat beragama, kegiatan semacam ini juga dinilai mampu memperkuat persaudaraan sosial serta menekan potensi gesekan di tengah masyarakat.
“Kami berharap kegiatan bersama seperti ini terus dilakukan untuk memupuk kerukunan, mempererat kebersamaan, dan membangun kedamaian di tengah masyarakat yang majemuk,” tambahnya.
Sepanjang kegiatan berlangsung, suasana gotong royong dan rasa persaudaraan begitu terasa. Para peserta dari berbagai latar belakang agama tampak bahu-membahu membersihkan lingkungan vihara dengan penuh semangat.
Nilai tersebut dinilai selaras dengan tema Hari Raya Waisak 2026 yang mengangkat kebijaksanaan Dharma sebagai sumber moral dan kedamaian. Semangat itu diwujudkan melalui aksi sederhana namun bermakna, yaitu membangun kehidupan yang damai, harmonis, nyaman, serta selaras dengan alam. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

19 hours ago
11


















































