KARO – Kasus gangguan kesehatan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Karo. Kali ini, lima siswa dan seorang guru SMP Negeri Satu Atap 2 Payung, Desa Gurukinayan, Kecamatan Payung, mengalami keluhan mual dan pusing hingga harus mendapat penanganan medis, Senin (21/9/2026) siang.
Kabar tersebut langsung mendapat perhatian Dinas Pendidikan Kabupaten Karo. Kepala Bidang Pembinaan SMP, Junedy Tarigan, membenarkan adanya siswa dan guru yang mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi MBG.
Junedy mengaku langsung turun ke sekolah setelah mendapat informasi mengenai kejadian tersebut.”Ada lima murid terdampak dan satu guru sekolah,” terang Junedy.
Para korban kemudian dibawa ke Puskesmas Payung untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan medis. “Para korban sudah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Payung,” katanya.
Lima siswa yang mengalami keluhan tersebut berasal dari kelas berbeda. Dua siswa dari kelas VII, satu siswa kelas VIII, dan dua lainnya merupakan siswa kelas IX.
Camat Payung Harun Surbakti, juga membenarkan kejadian tersebut. Ia bahkan mendatangi Puskesmas Payung untuk melihat kondisi para korban secara langsung.
Menurut Harun, para korban mengeluhkan pusing dan mual. Namun, ia menegaskan belum dapat memastikan bahwa keluhan tersebut disebabkan oleh keracunan makanan.”Para korban mengeluh pusing dan mual. Namun, belum bisa kita pastikan mereka keracunan atau tidak,” ujar Harun.
Kabar baiknya, kondisi para korban dilaporkan membaik setelah mendapat penanganan medis. Seluruhnya bahkan telah diperbolehkan meninggalkan puskesmas dan kembali ke rumah masing-masing.”Info dari Puskesmas Payung, tadi semua korban sudah pulang,” pungkasnya.
Sementara itu, Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Karo Adella Pasaribu, mengaku telah menerima informasi mengenai kejadian tersebut.
Ia menyebut kejadian itu sebagai dugaan gangguan pencernaan dan memastikan kondisi siswa saat ini telah membaik.”Dugaan gangguan pencernaan, Pak. Dan saat ini siswa sudah sehat dan pulang ke rumah,” katanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, makanan MBG yang dikonsumsi siswa berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karo Payung Batukarang yang dikelola Yayasan Mitra Pangan Sejati dengan ID SPPG 6SLHXZGM.
Menu yang dibagikan pada hari kejadian terdiri dari nasi putih, dori katsu, tempe goreng, curry kentang dan wortel, serta buah pisang.
Dalam informasi kandungan gizinya, menu tersebut tercatat mengandung energi 727,25 kilokalori, protein 35,23 gram, lemak 17,17 gram, karbohidrat 113,38 gram, dan serat 3,23 gram.
Meski demikian, belum ada keterangan yang memastikan bahwa keluhan mual dan pusing para korban disebabkan oleh makanan MBG. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik.
Kejadian di SMP Negeri Satu Atap 2 Payung ini menambah catatan kasus gangguan kesehatan yang dilaporkan terjadi setelah konsumsi MBG di Kabupaten Karo.
Sebelumnya, kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di SMA Negeri 1 Berastagi dan Yayasan Bersama Berastagi, serta SMK Negeri 1 Merdeka. (deo/ila)
KARO – Kasus gangguan kesehatan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Karo. Kali ini, lima siswa dan seorang guru SMP Negeri Satu Atap 2 Payung, Desa Gurukinayan, Kecamatan Payung, mengalami keluhan mual dan pusing hingga harus mendapat penanganan medis, Senin (21/9/2026) siang.
Kabar tersebut langsung mendapat perhatian Dinas Pendidikan Kabupaten Karo. Kepala Bidang Pembinaan SMP, Junedy Tarigan, membenarkan adanya siswa dan guru yang mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi MBG.
Junedy mengaku langsung turun ke sekolah setelah mendapat informasi mengenai kejadian tersebut.”Ada lima murid terdampak dan satu guru sekolah,” terang Junedy.
Para korban kemudian dibawa ke Puskesmas Payung untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan medis. “Para korban sudah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Payung,” katanya.
Lima siswa yang mengalami keluhan tersebut berasal dari kelas berbeda. Dua siswa dari kelas VII, satu siswa kelas VIII, dan dua lainnya merupakan siswa kelas IX.
Camat Payung Harun Surbakti, juga membenarkan kejadian tersebut. Ia bahkan mendatangi Puskesmas Payung untuk melihat kondisi para korban secara langsung.
Menurut Harun, para korban mengeluhkan pusing dan mual. Namun, ia menegaskan belum dapat memastikan bahwa keluhan tersebut disebabkan oleh keracunan makanan.”Para korban mengeluh pusing dan mual. Namun, belum bisa kita pastikan mereka keracunan atau tidak,” ujar Harun.
Kabar baiknya, kondisi para korban dilaporkan membaik setelah mendapat penanganan medis. Seluruhnya bahkan telah diperbolehkan meninggalkan puskesmas dan kembali ke rumah masing-masing.”Info dari Puskesmas Payung, tadi semua korban sudah pulang,” pungkasnya.
Sementara itu, Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Karo Adella Pasaribu, mengaku telah menerima informasi mengenai kejadian tersebut.
Ia menyebut kejadian itu sebagai dugaan gangguan pencernaan dan memastikan kondisi siswa saat ini telah membaik.”Dugaan gangguan pencernaan, Pak. Dan saat ini siswa sudah sehat dan pulang ke rumah,” katanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, makanan MBG yang dikonsumsi siswa berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karo Payung Batukarang yang dikelola Yayasan Mitra Pangan Sejati dengan ID SPPG 6SLHXZGM.
Menu yang dibagikan pada hari kejadian terdiri dari nasi putih, dori katsu, tempe goreng, curry kentang dan wortel, serta buah pisang.
Dalam informasi kandungan gizinya, menu tersebut tercatat mengandung energi 727,25 kilokalori, protein 35,23 gram, lemak 17,17 gram, karbohidrat 113,38 gram, dan serat 3,23 gram.
Meski demikian, belum ada keterangan yang memastikan bahwa keluhan mual dan pusing para korban disebabkan oleh makanan MBG. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik.
Kejadian di SMP Negeri Satu Atap 2 Payung ini menambah catatan kasus gangguan kesehatan yang dilaporkan terjadi setelah konsumsi MBG di Kabupaten Karo.
Sebelumnya, kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di SMA Negeri 1 Berastagi dan Yayasan Bersama Berastagi, serta SMK Negeri 1 Merdeka. (deo/ila)

19 hours ago
17

















































