Den Baguse Ngarso Tutup Usia, Keluarga: Sampai Sore Kok Enggak Bangun-bangun?

56 minutes ago 3
Seniman Susilo Nugroho atau yang akrab disapa Den Baguse Ngarso | Instagram

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Rumah duka Susilo Nugroho atau yang selama ini dikenal publik sebagai Den Baguse Ngarso masih dipenuhi pelayat. Sejumlah seniman, kerabat, tetangga, dan orang-orang yang mengenal perjalanan hidupnya berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada salah satu sosok penting dalam jagat seni Yogyakarta tersebut.

Jenazah Den Baguse Ngarso dimakamkan di TPU Krapyak, Sewon, Kabupaten Bantul, Selasa (22/9/2026) sore.

Pemakaman berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB. Sebelum diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhir, keluarga akan menggelar Ibadah Penghiburan dan Pelepasan di rumah duka yang berada di kawasan Jogokariyan, Kemantren Mantrijeron, Kota Yogyakarta.

Kakak kandung almarhum, Sukanti, mengatakan makam Krapyak dipilih karena merupakan tempat pemakaman keluarga.

“Informasi sementara akan dimakamkan di Makam Krapyak, itu tempat makam keluarga, jamnya jam 16.00 sore,” ujar Sukanti ketika ditemui di rumah duka, Senin (21/9/2026) malam.

Den Baguse Ngarso meninggal dunia pada Senin sore. Jenazahnya kemudian dibawa dari RS Bethesda menuju rumah duka dan tiba sekitar pukul 21.40 WIB.

Sejak malam hingga menjelang pemakaman, suasana rumah duka dipenuhi pelayat yang datang silih berganti. Kehadiran mereka menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan duka atas berpulangnya seniman yang selama ini dikenal luas melalui kiprahnya di dunia seni peran dan kesenian Yogyakarta.

Sempat Tak Kunjung Bangun

Kepergian Den Baguse Ngarso terbilang mengejutkan bagi keluarga. Kakaknya, Sukanti menuturkan, pihak keluarga pada awalnya tidak mengetahui secara pasti kondisi adiknya karena almarhum memang memiliki kebiasaan tidur hingga larut malam.

Namun, pada Senin hingga sore hari, Susilo ternyata tidak juga terbangun. Situasi tersebut akhirnya membuat keluarga mulai merasa khawatir. Mereka kemudian meminta bantuan Ketua RW setempat untuk melihat kondisi Susilo.

Ketua RW tersebut kebetulan memiliki latar belakang tenaga medis karena pernah bekerja sebagai perawat.

“Sampai sore kok enggak bangun-bangun, akhirnya kita ngundang Pak RW. Kebetulan Pak RW-nya itu tenaga medis. Jadi, beliau dulu mantan perawat,” ujarnya.

Setelah kondisi Susilo diperiksa, keluarga kemudian membawanya ke rumah sakit untuk memastikan keadaannya.

Namun, upaya tersebut berakhir dengan kabar duka. Susilo dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 17.00 WIB.

Jarang Mengeluhkan Sakit

Menurut Sukanti, selama ini Den Baguse Ngarso bukan sosok yang sering mengeluhkan masalah kesehatan.

Bahkan, almarhum disebut cukup disiplin dalam menjaga pola makan dan selama ini relatif jarang mengalami gangguan kesehatan serius.

Sukanti mengatakan, beberapa kejadian yang pernah dialami adiknya lebih berkaitan dengan insiden kecelakaan ringan, bukan penyakit dalam.

“Cuma pernah sakit beberapa waktu-waktu yang lalu, tapi bukan karena sakit-sakit, tapi karena tabrakan atau jatuh, kecelakaan kecil. Kalau penyakit dalam enggak ada,” ungkapnya.

Kini, setelah berpulang, Den Baguse Ngarso akan dimakamkan di Krapyak, berdampingan dengan keluarga. Sebelum prosesi pemakaman digelar, keluarga dan para pelayat akan mengikuti ibadah penghiburan dan pelepasan sebagai penghormatan terakhir bagi seniman yang telah menjadi bagian dari perjalanan seni Yogyakarta tersebut. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|