Bikin Geger di Medsos, Pegawai SPPG Bantul Bantah Sengaja Olok-olok Korban MBG  

12 hours ago 8
Ilustrasi keracunan makanan | kreasi AI

BANTUL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebuah video singkat yang awalnya hanya dibuat untuk unggahan pribadi di WhatsApp mendadak menjadi sorotan setelah dikaitkan dengan kasus keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Dalam video tersebut, seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kapanewon Dlingo, Bantul, terlihat sedang menyantap makanan sambil melontarkan kalimat tentang “hilang ingatan 70 persen”. Unggahan itu kemudian beredar luas di media sosial dan ditafsirkan sebagai olok-olok terhadap siswa yang menjadi korban keracunan MBG.

Video tersebut salah satunya diunggah ulang oleh akun Instagram @upil_jaran2. Sosok dalam video diketahui bernama Gerardus Majella Hananto Hega Permanaditya, pegawai SPPG Banjarharjo II, Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo.

Gerardus kemudian memberikan klarifikasi setelah video tersebut memicu polemik. Ia sekaligus menyampaikan permintaan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersinggung dengan unggahannya.

“Saya minta maaf enggak ada keinginan ataupun maksud tujuan tertentu untuk menyinggung program satu program pemerintah apa pun ataupun menyinggung eh salah satu korban dari program tersebut ya,” katanya dalam video klarifikasi yang diunggah ulang akun TikTok @resetfeeds, Minggu (20/9/2026).

Gerardus mengatakan dirinya tidak pernah menyebut ataupun menandai korban keracunan MBG dalam unggahan tersebut. Menurut dia, keterkaitan antara video miliknya dengan kasus di Karo muncul setelah unggahan tersebut disebarluaskan dan kemudian ditafsirkan oleh pengguna media sosial.

“Namun, oleh pihak salah satu di akun X itu mereka melakukan cocoklogi yang di mana menyambungkan atau meriletkan dari salah satu korban KLB yang ada di Karo. Seperti itu,” jelas Gerardus.

Ia kemudian menjelaskan bahwa video tersebut dibuat pada Jumat lalu ketika dirinya sedang menyantap chicken katsu yang merupakan makanan sisa sehari sebelumnya.

Menurut Gerardus, video itu dibuat sekadar untuk bersenang-senang dan awalnya hanya ditujukan untuk status WhatsApp pribadinya.

“Jadi untuk kronologinya itu adalah di hari Jumat kemarin, saya itu bikin story makan katsu yang di mana katsu itu merasakan dari hari sebelumnya. Saya cuma have fun aja makan katsu masakan kemarin dan itu masih enak. Dan saya bilang, saya juga kehilangan ingatan saya 70 persen,” ujar dia.

Gerardus juga membantah bahwa angka 70 persen yang disebut dalam video tersebut secara sengaja merujuk pada kasus tertentu.

“Nah saya tidak ada menyinggung salah satu korban mana pun saya hanya bilang seperti itu ya walaupun ada saya bilang 70 persen, tapi itu dilihat dari kacamata universal itu 70 persen itu bisa menyinggung apa pun yang ada. Saya tidak ada niatan menyinggung siapa pun itu saya hanya have fun upload di story WhatsApp aja sebenarnya,” imbuh Gerardus.

Menurutnya, unggahan tersebut sejak awal telah dibatasi agar tidak dapat dilihat oleh sejumlah kontak tertentu. Namun, video itu kemudian keluar dari lingkup unggahan pribadinya setelah seseorang yang berada dalam daftar close friend mengunggahnya kembali.

“Story WhatsApp itu sudah saya exclude banyak orang. Ternyata dari close friend itu ada yang menyebarluaskan, reupload di story dia, sehingga penonton dari orang tersebut itu bisa menyebarluaskan sampai ke mana-mana hingga terjadi kegaduhan saat ini di media sosial,” tandas Gerardus.

Dikaitkan dengan Kasus Keracunan MBG

Polemic muncul karena video tersebut beredar di tengah perhatian publik terhadap kasus keracunan MBG di Kabupaten Karo. Kalimat mengenai “hilang ingatan 70 persen” kemudian dikaitkan dengan kondisi korban dalam kejadian tersebut.

Dalam video yang beredar, Gerardus tampak mengenakan kaus hitam dan kacamata transparan. Ia berbicara sambil menyantap makanan dan kemudian tertawa setelah mengucapkan kalimat tersebut.

“BTW, gue makan chicken katsu masakan kemarin. Apakah masih enak? Hmmm.. Oh tidak. Ingatanku hilang 70 persen,” ujarnya dalam video.

Gerardus diketahui bekerja sebagai pegawai SPPG Banjarharjo II di Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo. Berdasarkan rekam jejak profesional yang ditemukan di LinkedIn, ia juga tercatat sebagai Accounting Analyst Badan Gizi Nasional serta merupakan alumni UPN Veteran Yogyakarta.

Meski telah memberikan klarifikasi dan meminta maaf, polemik mengenai video tersebut tetap menjadi perhatian karena muncul ketika isu keamanan dan pelaksanaan program MBG tengah mendapat sorotan publik.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada pihak SPPG Banjarharjo II, Kalurahan Muntuk, telah dilakukan. Namun, hingga berita ini ditayangkan, pihak SPPG belum memberikan tanggapan mengenai video yang melibatkan salah seorang pegawainya tersebut. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|