SOLOK – Seorang korban yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat banjir bandang atau galodo di Arosuka, Solok, Sumatera Barat, akhirnya ditemukan kemarin (22/9) siang dalam kondisi meninggal dunia. Korban atas nama Dafi Arahman, 21, tersebut hanyut di aliran sungai kawasan Batu Asahan.
“Korban saat ini telah dibawa ke RSUD Arosuka untuk proses pemeriksaan dan identifikasi,” ujar Riswandi, seperti dikutip dari Padang Ekspres kemarin (22/9).
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Solok Nopelius menyatakan bahwa galodo menerjang kawasan Bandar Baliang, Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus, dan Nagari Koto Gaek Guguk sekitar pukul 19.50 WIB. Pemicunya adalah hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (19/9).
Material banjir berasal dari hulu Sungai Batang Lasi hingga memicu longsor di kawasan perbukitan di belakang Kantor Bupati Solok yang membawa material kayu bercampur batu, lumpur, dan air.
Data terbaru BPBD Kabupaten Solok kemarin mencatat, 11 kantor pemerintahan juga mengalami kerusakan. Kantor-kantor tersebut adalah DPMN, DPUPR, Dinas Pariwisata, BKPSDM, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pertanian. Selain itu, kerusakan juga terjadi pada Pos Damkar, Labor PU, Ruang Sidang DPRD, Inspektorat, serta Setwan.
Sedangkan data sementara Dinas Kesehatan Kabupaten Solok kemarin pukul 12.00 WIB mengungkapkan bahwa sebanyak 147 warga terdampak banjir bandang tersebut. Sembilan KK (kepala keluarga) dengan total 32 jiwa mengungsi. Sebanyak delapan KK atau 26 jiwa di antaranya berada di rumah dinas Wakil Bupati Solok Candra, sedangkan satu KK dengan enam jiwa mengungsi di lingkungan RSUD Arosuka.
Dilarikan ke Padang
Akibat kejadian itu, empat orang dilaporkan mengalami luka-luka. “Untuk korban atas nama Muhammad Nur Zen dirujuk ke Semen Padang Hospital di Kota Padang yang berjarak sekitar 58 kilometer. Sementara tiga lainnya mendapatkan perawatan medis di RSUD Arosuka Kabupaten Solok,” tutur Mu’amar.
Selain korban jiwa dan luka, tercatat 100 unit rumah warga turut terdampak. Kerusakan juga terjadi pada kendaraan, yaitu 21 unit mobil dan tujuh sepeda motor.
BPBD Kabupaten Solok mengutarakan, bahwa terdapat sejumlah kebutuhan mendesak bagi pengungsi. Di antaranya selimut, sembako, makanan siap saji, serta kebutuhan khusus perempuan dan bayi.
Jalan Nasional Solok-Padang Putus
Sementara itu, Jalan nasional yang menghubungkan Solok dan Padang putus total akibat galodo yang terjadi Senin (21/9) malam. Jalur tersebut tertutup material galodo berupa kayu dan batu.
“Kami imbau masyarakat menggunakan jalur alternatif lewat Padang Panjang,” imbau Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Solok Iptu Akbar Kharisma Tanjung.
Padang Ekspres melansir, petugas gabungan juga terus memacu proses pembersihan sisa-sisa material longsor serta pemulihan lingkungan di sejumlah lokasi terdampak. Demi melindungi kondisi jalan yang tengah diperbaiki, kepolisian membatasi muatan kendaraan yang melewati Jalur Baru Kayu Aro.
“Kendaraan beban 10 ton ke atas dilarang melintas karena bisa berakibat amblasnya jalan yang sedang dalam perbaikan pascabencana di jalur Jalan Baru Kayu Aro,” ujar Akbar.
Untuk mengantisipasi penumpukan volume kendaraan serta menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, Satlantas Polres Solok telah mengarahkan para pengemudi ke rute pengganti. Pihak kepolisian meminta seluruh pengguna jalan dan pelaku usaha transportasi barang untuk mematuhi arahan petugas di lapangan.
“Kami juga minta masyarakat memperhitungkan rute perjalanan demi keselamatan bersama selama proses pemulihan pascabencana berlangsung,” katanya. (jpg/ila)
SOLOK – Seorang korban yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat banjir bandang atau galodo di Arosuka, Solok, Sumatera Barat, akhirnya ditemukan kemarin (22/9) siang dalam kondisi meninggal dunia. Korban atas nama Dafi Arahman, 21, tersebut hanyut di aliran sungai kawasan Batu Asahan.
“Korban saat ini telah dibawa ke RSUD Arosuka untuk proses pemeriksaan dan identifikasi,” ujar Riswandi, seperti dikutip dari Padang Ekspres kemarin (22/9).
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Solok Nopelius menyatakan bahwa galodo menerjang kawasan Bandar Baliang, Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus, dan Nagari Koto Gaek Guguk sekitar pukul 19.50 WIB. Pemicunya adalah hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (19/9).
Material banjir berasal dari hulu Sungai Batang Lasi hingga memicu longsor di kawasan perbukitan di belakang Kantor Bupati Solok yang membawa material kayu bercampur batu, lumpur, dan air.
Data terbaru BPBD Kabupaten Solok kemarin mencatat, 11 kantor pemerintahan juga mengalami kerusakan. Kantor-kantor tersebut adalah DPMN, DPUPR, Dinas Pariwisata, BKPSDM, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pertanian. Selain itu, kerusakan juga terjadi pada Pos Damkar, Labor PU, Ruang Sidang DPRD, Inspektorat, serta Setwan.
Sedangkan data sementara Dinas Kesehatan Kabupaten Solok kemarin pukul 12.00 WIB mengungkapkan bahwa sebanyak 147 warga terdampak banjir bandang tersebut. Sembilan KK (kepala keluarga) dengan total 32 jiwa mengungsi. Sebanyak delapan KK atau 26 jiwa di antaranya berada di rumah dinas Wakil Bupati Solok Candra, sedangkan satu KK dengan enam jiwa mengungsi di lingkungan RSUD Arosuka.
Dilarikan ke Padang
Akibat kejadian itu, empat orang dilaporkan mengalami luka-luka. “Untuk korban atas nama Muhammad Nur Zen dirujuk ke Semen Padang Hospital di Kota Padang yang berjarak sekitar 58 kilometer. Sementara tiga lainnya mendapatkan perawatan medis di RSUD Arosuka Kabupaten Solok,” tutur Mu’amar.
Selain korban jiwa dan luka, tercatat 100 unit rumah warga turut terdampak. Kerusakan juga terjadi pada kendaraan, yaitu 21 unit mobil dan tujuh sepeda motor.
BPBD Kabupaten Solok mengutarakan, bahwa terdapat sejumlah kebutuhan mendesak bagi pengungsi. Di antaranya selimut, sembako, makanan siap saji, serta kebutuhan khusus perempuan dan bayi.
Jalan Nasional Solok-Padang Putus
Sementara itu, Jalan nasional yang menghubungkan Solok dan Padang putus total akibat galodo yang terjadi Senin (21/9) malam. Jalur tersebut tertutup material galodo berupa kayu dan batu.
“Kami imbau masyarakat menggunakan jalur alternatif lewat Padang Panjang,” imbau Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Solok Iptu Akbar Kharisma Tanjung.
Padang Ekspres melansir, petugas gabungan juga terus memacu proses pembersihan sisa-sisa material longsor serta pemulihan lingkungan di sejumlah lokasi terdampak. Demi melindungi kondisi jalan yang tengah diperbaiki, kepolisian membatasi muatan kendaraan yang melewati Jalur Baru Kayu Aro.
“Kendaraan beban 10 ton ke atas dilarang melintas karena bisa berakibat amblasnya jalan yang sedang dalam perbaikan pascabencana di jalur Jalan Baru Kayu Aro,” ujar Akbar.
Untuk mengantisipasi penumpukan volume kendaraan serta menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, Satlantas Polres Solok telah mengarahkan para pengemudi ke rute pengganti. Pihak kepolisian meminta seluruh pengguna jalan dan pelaku usaha transportasi barang untuk mematuhi arahan petugas di lapangan.
“Kami juga minta masyarakat memperhitungkan rute perjalanan demi keselamatan bersama selama proses pemulihan pascabencana berlangsung,” katanya. (jpg/ila)

1 hour ago
2

















































