Pemerhati Pembangunan Jateng, Zulkifli Gayo pemaparan saat Ngobrol Inspiratif : Anak Muda Bagian Solusi Negeri di Pendopo Pemkab Klaten, Senin (8/6/2026). Acara dihadiri peserta dari Unwidha Klaten, UMKLA, UIN Raden Mas Said Surakarta, PD IPM Klaten, Karang Taruna, HIPMI Klaten, SMAN 2 Klaten, MAN 1 Klaten, Universitas Ahmad Dahlan, UNU, Amikom dan ISI Yogyakarta, SMKN 1 Trucuk dan Paralegal Muda Klaten.KLATEN,JOGLOSEMARNEWS.COM – Anak muda di Jawa Tengah (Jateng) khsususnya di Kabupaten Klaten memiliki peluang besar dalam menjemput Indonesia Emas 2045.
Pemerhati Pembangunan Jateng, Zulkifli Gayo menerangkan, kesempatan menggapai mimpi Indonesia Emas 2045 bisa diraih asalkan anak muda memperiapkan pengembangan diri dalam beberapa hal.
“Peluangnya besar. Kuncinya ada lima agar anak muda di Jateng khususnya Klaten menjemput Indonesia Emas 2045,” terang dia dalam acara ‘Ngobrol Inspiratif : Anak Muda Bagian dari Solusi Negeri’ yang digelar oleh Gerakan Solusi Indonesia (GSI) di Pendopo Pemkab Klaten, pada Senin (8/6/2026).
Zulkifli yang juga Sekretaris Umum BPD Hipmi Jateng itu menjelaskan, Indonesia Emas 2045 memberikan keuntungan strategis berupa peluang transformasi ekonomi. Terlebih Indonesia diproyeksikan keluar dari middle-income trap atau jebakan pendapatan menengah.
Kelima persiapan itu yakni menentukan versi pribadi masa depan atau mengenali potensi diri, integritas nilai dan semangat, aktif dalam ruang sosial dan kolaboratif dan fokus terhadap solusi atau memandang masalah beserta solusinya.
“Yang terpenting juga gaya lokal tapi visi global. Mulailah dari potensi lokal yang dimiliki dan kembangkan, sehingga memberikan pengaruh positif di tingkat nasional maupun global,” jelas dia.
Lebih lanjut dia menerangkan, anak muda Jateng khususnya Klaten memenuhi beberapa kriteria tersebut. Terlebih, Klaten sebagai kota satelit yang dikelilingi dengan perbatasan langsung dengan kabupaten/kota paling maju berdasarkan Indeks Daya Saing Daerah 2025. Yakni diapit oleh Surakarta dan Yogyakarta.
“Data dari Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) tahun 2025 menjadi acuan. Potensi Klaten sebagai kota satelit kabupaten dan kota paling maju di lingkup nasional,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Zulkifli juga membagikan pengalaman dan perjalanan kariernya. Di antaranya aktif dalam berorganisasi di sekolah maupun di kampus. Baik nantinya memiliki cita-cita menjadi akdemisi, praktisi wirausaha hingga praktisi sosial atau politik.
“Harus berani memilih. Gaji besar ikut perusahaan atau bikin usaha sendiri. Saya dulu menolak tawaran kerja di Pertamina saat itu gaji belasan juta. Saya pilih bikin usaha dan memiliki karyawan,” aku dia.
Ia berpesan agar anak muda berani dan berinvestasi pada diri sendiri untuk meraih masa depan yang lebih baik. Anak muda dinilai harus memiliki kompetensi yang menonjol agar dilirik dan tidak sekadar menjadi rata-rata di antara ribuan orang lain.
“Intinya anak muda harus berani masuk ke dalam sistem, baik pemerintahan, birokrasi, dunia usaha, maupun profesional, untuk memutus masalah generasi dan membawa pemikiran yang cerdas, visioner, serta kolaboratif,” harap dia.
Diskusi digelar oleh Solusi Indonesia bersama Kejaksaan Negeri Klaten, Pemkab Klaten dan Bank Jateng. Dalam acara yang dihadiri 100 orang itu dari mahasiswa, siswa hingg aktivis itu menghadirkan beberapa pembicara. Selain Zulkifli, ada Ketua Komisi Kejaksaan RI, Pujiyono Suwadi, Local Hero Klaten, Fikky Arif Ardianta dan pembicara Bank Jateng Cabang Kalten, Anggar Priambodo.
Pemerhati Pembangunan Jateng, Zulkifli Gayo pemaparan saat Ngobrol Inspiratif : Anak Muda Bagian Solusi Negeri di Pendopo Pemkab Klaten, Senin (8/6/2026). Acara dihadiri peserta dari Unwidha Klaten, UMKLA, UIN Raden Mas Said Surakarta, PD IPM Klaten, Karang Taruna, HIPMI Klaten, SMAN 2 Klaten, MAN 1 Klaten, Universitas Ahmad Dahlan, UNU, Amikom dan ISI Yogyakarta, SMKN 1 Trucuk dan Paralegal Muda Klaten.Dalam kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, dan Kejari Negeri Klaten, M.Aria Rosyid yang dihadiri oleh Pemimpin Bank Jateng Cabang Klaten, Tri Santoso.
Para narasumber mengapresiasi terhadap kemunculan Gerakan Solusi Indonesia (GSI) ini. Gerakan Solusi Indonesia adalah gerakan kolektif. Ini adalah Gerakan Bersama. Gerakan yang mengajak setiap warga negara, terutama generasi muda, untuk berani bertanya: apa yang bisa kita lakukan? Apa yang bisa kita perbuat? Sekecil apapun kontribusi nyata yang bisa kita lakukan, akan sangat bermakna terutama bagi bangsa.
Gerakan Solusi Indonesia juga menjadi ruang mempertemukan ide, aksi dan potensi dari beragam latar belakang anak bangsa yang memiliki spirit membangun negeri. Gerakan ini juga menjadi jembatan mereka yang mampu untuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Mampu bukan hanya dari sisi kapital, melainkan pengetahuan dan pengalaman. (*)
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

8 hours ago
6
















































