Kabut Asap Mulai Berkurang di Wamena, Penerbangan Kembali Normal

21 hours ago 16

WAMENA- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Wamena memastikan intensitas kabut asap yang menyelimuti kawasan Pegunungan Tengah, khususnya Kabupaten Jayawijaya, dilaporkan mulai berkurang secara berkala.

​Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan sejak beberapa hari terakhir, keberadaan kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta faktor cuaca lokal sempat menekan jarak pandang (visibility) di kawasan lembah. Hal tersebut memaksa sejumlah maskapai penyeberangan penumpang maupun kargo untuk menunda jadwal penerbangan demi keselamatan penerbangan.

​”Saat ini kabut asap mulai berkurang dan jarak pandang di area runway kini telah melampaui ambang batas aman operasional penerbangan instrumen dan visual, hal ini sudah kita laporkan beberapa waktu lalu ke pihak bandara,”ungkapnya Sabtu (19/9) di Wamena.

Dua personel Polres Jayawijaya beruoaya memadamkan api yang membakar lahan di Kota Wamena beberapa waktu lalu. Saat ini penerbangan dari dan ke Wamena mulai normal kembali setelah intensitas kabut asap yang mulai berkurang. (dok/ Cepos)

​Menurutnya, jarak pandang sudah jauh lebih baik dibandingkan hari-hari sebelumnya. Penerbangan penumpang maupun kargo dari Jayapura menuju Wamena dan sebaliknya sudah mulai mendarat serta lepas landas sesuai jadwal yang telah ditentukan.

​Sementara itu Manager Trigana Air Service Michael Biduri menyatakan, beberapa minggu kemarin memang sempat pelayanan penerbangan Trigana Air Service cargo maupun komersil  dan beberapa maskapai penerbangan yang sempat tertahan karena adanya kabut asap, namun saat ini mulai berkurang sehingga penerbangan juga mulai mengurai penumpukan penumpang dan barang kiriman.

“Sektor kargo udara yang menjadi urat nadi pasokan logistik dan kebutuhan pokok bagi masyarakat di wilayah Pegunungan Papua diprioritaskan untuk mengejar keterlambatan pengiriman selama penundaan penerbangan paca kabut asap di Wamena,” bebernya

​Meskipun aktivitas penerbangan telah berangsur normal, pihaknya masih terus melihat informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wamena kepada pihak aviasi untuk tetap waspada terhadap potensi munculnya kembali kabut atau fenomena cuaca ekstrem pada pagi hari, mengingat karakteristik geografis Lembah Baliem yang mudah terperangkap kabut tebal. (jo/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

WAMENA- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Wamena memastikan intensitas kabut asap yang menyelimuti kawasan Pegunungan Tengah, khususnya Kabupaten Jayawijaya, dilaporkan mulai berkurang secara berkala.

​Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan sejak beberapa hari terakhir, keberadaan kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta faktor cuaca lokal sempat menekan jarak pandang (visibility) di kawasan lembah. Hal tersebut memaksa sejumlah maskapai penyeberangan penumpang maupun kargo untuk menunda jadwal penerbangan demi keselamatan penerbangan.

​”Saat ini kabut asap mulai berkurang dan jarak pandang di area runway kini telah melampaui ambang batas aman operasional penerbangan instrumen dan visual, hal ini sudah kita laporkan beberapa waktu lalu ke pihak bandara,”ungkapnya Sabtu (19/9) di Wamena.

Dua personel Polres Jayawijaya beruoaya memadamkan api yang membakar lahan di Kota Wamena beberapa waktu lalu. Saat ini penerbangan dari dan ke Wamena mulai normal kembali setelah intensitas kabut asap yang mulai berkurang. (dok/ Cepos)

​Menurutnya, jarak pandang sudah jauh lebih baik dibandingkan hari-hari sebelumnya. Penerbangan penumpang maupun kargo dari Jayapura menuju Wamena dan sebaliknya sudah mulai mendarat serta lepas landas sesuai jadwal yang telah ditentukan.

​Sementara itu Manager Trigana Air Service Michael Biduri menyatakan, beberapa minggu kemarin memang sempat pelayanan penerbangan Trigana Air Service cargo maupun komersil  dan beberapa maskapai penerbangan yang sempat tertahan karena adanya kabut asap, namun saat ini mulai berkurang sehingga penerbangan juga mulai mengurai penumpukan penumpang dan barang kiriman.

“Sektor kargo udara yang menjadi urat nadi pasokan logistik dan kebutuhan pokok bagi masyarakat di wilayah Pegunungan Papua diprioritaskan untuk mengejar keterlambatan pengiriman selama penundaan penerbangan paca kabut asap di Wamena,” bebernya

​Meskipun aktivitas penerbangan telah berangsur normal, pihaknya masih terus melihat informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wamena kepada pihak aviasi untuk tetap waspada terhadap potensi munculnya kembali kabut atau fenomena cuaca ekstrem pada pagi hari, mengingat karakteristik geografis Lembah Baliem yang mudah terperangkap kabut tebal. (jo/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|