WAMENA- Bupati Jayawijaya, Atenius Murib,SH, MH mengeluarkan peringatan tegas kepada seluruh CASN di lingkungan Pemkab Jayawijaya, agar tak perlu terburu-buru mengambil pinjaman atau kredit di perbankan dengan jaminan SK yang baru saja di terima.
“Kami mengingatkan CASN di lingkungan Pemkab Jayawijaya agar tidak mengajukan kredit dulu, sebab, kebiasaan sebagian aparatur yang langsung berutang ke bank sejak awal masa pengangkatan, yang dapat membebani keuangannya serta menurunkan motivasi dan kinerja dalam melayani masyarakat.”ungkapnya Jumat (18/9) di Wamena
Bupati menegaskan jika, mereka baru juga diangkat CASN masih ada langkah selanjutnya yang harus diikuti untuk menuju menjadi ASN, sehingga jangan sampai kinerjanya terganggu dengan mengambil kredit bank, oleh karena itu, Bupati memerintahkan agar bagi CASN belum diijinkan untuk mengajukan pinjaman ke bank.
“Fasilitas kredit memang solusi instan untuk memenuhi kebutuhan, cicilan bulanan yang besar sering kali tidak sebanding dengan penghasilan yang diterima, namun sebaliknya menjadi bumerang bagi pegawai itu sendiri,”tegas Atenius.
Menurutnya, fenomena penumpukan utang di kalangan aparatur sudah bukan menjadi rahasia umum dan berdampak langsung pada semangat kerja di lapangan akibat gaji bulanan yang tersedot untuk potongan cicilan tiap bulan sehingga yang diterima juga minim sehingga membuat kinerjanya juga terpengaruhi.
“Kenapa kredit itu memang sangat menyiksa, Akibat dari kredit itu banyak, seperti gaji bulanan minim usai terpotong angsuran, bahkan motivasi kerja sudah pasti bisa menurun,” jelas Bupati Murib.
Dikatakan, dengan kebijakan untuk melarang CASN melakukan pengajuan kredit, pemerintah ingin mengajarkan CPNS muda agar memiliki kesadaran finansial sejak dini dengan mencukupkan kebutuhan hidup sesuai besaran gaji bulanan yang diterima, tanpa harus bergantung pada hutang konsumtif akan menjerat diri sendiri.
WAMENA- Bupati Jayawijaya, Atenius Murib,SH, MH mengeluarkan peringatan tegas kepada seluruh CASN di lingkungan Pemkab Jayawijaya, agar tak perlu terburu-buru mengambil pinjaman atau kredit di perbankan dengan jaminan SK yang baru saja di terima.
“Kami mengingatkan CASN di lingkungan Pemkab Jayawijaya agar tidak mengajukan kredit dulu, sebab, kebiasaan sebagian aparatur yang langsung berutang ke bank sejak awal masa pengangkatan, yang dapat membebani keuangannya serta menurunkan motivasi dan kinerja dalam melayani masyarakat.”ungkapnya Jumat (18/9) di Wamena
Bupati menegaskan jika, mereka baru juga diangkat CASN masih ada langkah selanjutnya yang harus diikuti untuk menuju menjadi ASN, sehingga jangan sampai kinerjanya terganggu dengan mengambil kredit bank, oleh karena itu, Bupati memerintahkan agar bagi CASN belum diijinkan untuk mengajukan pinjaman ke bank.
“Fasilitas kredit memang solusi instan untuk memenuhi kebutuhan, cicilan bulanan yang besar sering kali tidak sebanding dengan penghasilan yang diterima, namun sebaliknya menjadi bumerang bagi pegawai itu sendiri,”tegas Atenius.
Menurutnya, fenomena penumpukan utang di kalangan aparatur sudah bukan menjadi rahasia umum dan berdampak langsung pada semangat kerja di lapangan akibat gaji bulanan yang tersedot untuk potongan cicilan tiap bulan sehingga yang diterima juga minim sehingga membuat kinerjanya juga terpengaruhi.
“Kenapa kredit itu memang sangat menyiksa, Akibat dari kredit itu banyak, seperti gaji bulanan minim usai terpotong angsuran, bahkan motivasi kerja sudah pasti bisa menurun,” jelas Bupati Murib.
Dikatakan, dengan kebijakan untuk melarang CASN melakukan pengajuan kredit, pemerintah ingin mengajarkan CPNS muda agar memiliki kesadaran finansial sejak dini dengan mencukupkan kebutuhan hidup sesuai besaran gaji bulanan yang diterima, tanpa harus bergantung pada hutang konsumtif akan menjerat diri sendiri.


















































