Nasi Intip Meledak! Tapi Bukan Camilan, ini Strategi Tak Biasa Kecamatan Karangtengah Dongkrak IKD & Pajak

12 hours ago 9
Nasi IntipNasi Intip inovasi Kecamatan Karangtengah Wonogiri. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Langkah tak biasa dilakukan Kecamatan Karangtengah Wonogiri demi mengejar target besar tahun 2026. Kolaborasi lintas seksi melahirkan inovasi unik bertajuk “Nasi Intip”, akronim dari Sinergi Aktivasi IKD dengan Intensifikasi Pembayaran Pajak PBB, yang kini mulai digencarkan sebagai strategi ganda meningkatkan pelayanan sekaligus pendapatan daerah.

Camat Karangtengah, Lilik Hendratno, secara tegas mengungkapkan bahwa kondisi wilayah yang tidak mudah menjadi tantangan utama. Medan pegunungan, cuaca yang dinamis, serta wilayah yang luas memaksa pemerintah kecamatan bergerak dengan pendekatan kolaboratif agar target tidak meleset.

“Medan Karangtengah yang menantang, luas, cuaca dinamis disertai topografi pegunungan, memerlukan strategi gerak kolaborasi antar seksi guna memaksimalkan target capaian Aktivasi IKD dan pelunasan PBB,” ungkapnya, dilansir dari laman resmi Pemkab Jateng Tenggara, Minggu (5/4/2026).

Langkah ini bukan tanpa alasan. Data terbaru hingga Kamis (2/4/2026) menunjukkan capaian Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) Karangtengah sudah menembus 60,74% atau 11.657 pengguna, menempatkannya di posisi keempat dari 25 kecamatan di Kabupaten Wonogiri. Angka ini menjadi modal kuat untuk bersaing di ajang Anugerah Desa Nyawiji Migunani 2026.

Kepala Seksi Kesra dan Pelayanan Umum, Sarwoko Epnu Seputro, menegaskan bahwa Karangtengah bukan pemain baru dalam kompetisi tersebut. Setiap tahun, kecamatan ini hampir selalu masuk nominasi juara, bahkan menargetkan kembali masuk kategori 15 besar dengan capaian IKD yang lebih signifikan.

Tak hanya itu, tradisi prestasi juga terlihat dalam urusan pajak. Kecamatan Karangtengah dikenal konsisten menembus lima besar pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tercepat se-Kabupaten Wonogiri.

Sementara itu, Kepala Seksi Tata Pemerintahan, Agus Suprapto, menekankan bahwa inovasi “Nasi Intip” bukan sekadar program biasa, melainkan strategi penting untuk menggerakkan kesadaran masyarakat.

“Pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sangat penting sebagai sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD), diantaranya untuk membiayai pembangunan infrastruktur, fasilitas umum, pendidikan, dan kesehatan. Selain menjadi kewajiban hukum warga negara, PBB menjamin legalitas aset, meningkatkan nilai properti, serta menghindari sanksi denda dan mempermudah transaksi jual-beli. Oleh karenanya Inovasi Nasi Intip ini kami gencarkan untuk menggugah semangat masyarakat mempertahankan tradisi baik yang telah berjalan,” ungkapnya.

Yang menarik, kini pembayaran PBB semakin praktis. Warga cukup memanfaatkan sistem digital dengan metode QRIS, hanya dengan memindai barcode pada lembar SPPT atau yang dikenal masyarakat sebagai “pipil”.

Dengan kombinasi digitalisasi layanan dan pendekatan kolaboratif, “Nasi Intip” menjadi senjata baru Karangtengah untuk mengejar dua target sekaligus: peningkatan IKD dan optimalisasi pajak daerah. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|