Singo Rawe Gelar Pagelaran Seni Budaya dan Suroan Nusantara di Langkat

4 hours ago 5

Semangat pelestarian budaya lokal kembali menggema di Kabupaten Langkat. Group Kesenian Kuda Lumping Singo Rawe sukses menggelar Pagelaran Seni Budaya dan Suroan Nusantara 2026 di Lapangan Bola Voli Tribun Stabat, Kabupaten Langkat, Sabtu (20/6) malam.

Kegiatan berlangsung meriah ini menjadi bukti nyata bahwa warisan budaya leluhur masih mendapat tempat istimewa di hati masyarakat. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara tradisi, nilai keagamaan dan semangat kebangsaan yang hidup ditengah masyarakat.

Pagelaran mengusung tema: Melestarikan Budaya Leluhur, Memperkuat Nilai Islami dan Nasionalisme untuk Mewujudkan Masyarakat yang Harmonis dan Berbudaya. Tema tersebut mencerminkan komitmen para pelaku seni budaya untuk menjaga warisan leluhur agar tetap relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai moral dan spiritual yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.

Bagi masyarakat Jawa dan berbagai daerah di Nusantara, bulan Suro memiliki makna yang mendalam sebagai momentum introspeksi, mempererat silaturahmi serta memanjatkan doa untuk keselamatan dan keberkahan.

Melalui Pagelaran Seni Budaya dan Suroan Nusantara 2026, Group Kesenian Kuda Lumping Singo Rawe berupaya menghadirkan sebuah perayaan budaya yang tidak hanya menampilkan hiburan rakyat, tetapi juga mengandung pesan edukatif tentang pentingnya menjaga identitas budaya di tengah tantangan globalisasi.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata bahwa seni budaya tradisional dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai keislaman dan semangat nasionalisme. Budaya tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga instrumen pemersatu bangsa yang mampu memperkuat toleransi, mempererat persaudaraan dan menumbuhkan rasa cinta tanah air.

Melalui kolaborasi antara masyarakat, tokoh agama, pemerintah daerah dan aparat keamanan, pagelaran ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis, berkarakter dan berbudaya.

Lebih dari sekadar sebuah pertunjukan seni, Pagelaran Seni Budaya dan Suroan Nusantara 2026 menjadi simbol kebangkitan budaya lokal sebagai bagian dari kekuatan nasional. Dari Langkat, semangat pelestarian budaya dikumandangkan untuk Indonesia sebagai pesan bahwa kemajuan bangsa harus dibangun di atas fondasi budaya yang kuat, nilai keagamaan yang kokoh, dan semangat persatuan yang tidak pernah luntur oleh perubahan zaman.

Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustad Heru Ramadhani, S.Pd.I (ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Wampu). Doa ini sebagai bentuk syukur sekaligus harapan agar kegiatan berjalan lancar, aman dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat yang hadir.

Ratusan warga dari Stabat sekitarnya memadati lokasi acara untuk menyaksikan pertunjukan seni budaya kuda lumping yang sarat nilai tradisi, kebersamaan dan kearifan lokal. Antusias masyarakat ini menciptakan suasana yang penuh semangat dan kebanggaan terhadap budaya Nusantara.

Mika Andrean selaku pimpinan Group Kesenian Kuda Lumping Singo Rawe berterima kasih kepada Bupati Langkat H. Syah Afandin, S.H, M.H atas dukungan yang diberikan terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Dukungan beliau bukan sekadar bantuan. Tetapi merupakan bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga, merawat dan melestarikan warisan budaya leluhur Indonesia. Ditengah derasnya arus modernisasi, perhatian terhadap seni tradisi adalah investasi besar untuk menjaga identitas bangsa agar tetap hidup dari generasi ke generasi,” katanya.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Ricky Anthony, SH (pimpinan DPRD Sumut) yang turut memberi dukungan dalam penyelenggaraan kegiatan budaya tersebut.

“Ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab para pelaku seni. Tetapi juga menjadi kepedulian para pemimpin wakil rakyat. Kehadiran dan dukungan tokoh-tokoh yang peduli terhadap budaya menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menjaga warisan leluhur sebagai kekayaan yang tak ternilai bagi bangsa Indonesia,” kata Mika Andrean.

Pimpinan Group Kesenian Kuda Lumping Singo Rawe juga mengapresiasi jajaran kepolisian yang telah mengawal jalannya kegiatan hingga selesai. “Terima kasih kepada Bapak Kapolres Langkat beserta jajaran Polres Langkat dan Polsek Stabat yang telah memberikan pengamanan secara maksimal,” katanya.

Tingginya antusiasme masyarakat yang hadir menjadi gambaran nyata bahwa seni budaya tradisional masih memiliki daya tarik yang kuat di tengah perkembangan zaman. Ini menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap budaya lokal yang menjadi bagian dari identitas bangsa.

“Malam ini kita menyaksikan masyarakat begitu antusias menghadiri pagelaran budaya. Ini membuktikan bahwa budaya tradisional tidak pernah kehilangan tempat di hati rakyat. Kuda lumping bukan sekadar hiburan, melainkan media pemersatu masyarakat, sarana edukasi budaya serta simbol penghormatan terhadap nilai-nilai luhur,” sebutnya. (dmp)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|