DAIRI — Direktorat Toponimi dan Batas Daerah, Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), memastikan lokasi pembangunan Batalyon Teritorial (TP) 908 Gajah Dompak berada di wilayah administrasi Kabupaten Pakpak Bharat.
Kepastian tersebut disampaikan setelah Direktur Toponimi dan Batas Daerah Kemendagri, Raziras Rahmadillah, melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan untuk menentukan titik koordinat, Kamis (10/4) lalu.
Peninjauan dilakukan guna memastikan kelancaran proyek strategis pertahanan tersebut sekaligus menjamin ketertiban administrasi wilayah. Berdasarkan hasil verifikasi lapangan, titik pembangunan markas batalyon dinyatakan masuk dalam wilayah Pakpak Bharat.
Raziras menegaskan, penentuan titik koordinat yang presisi menjadi hal krusial sebelum pembangunan fisik dimulai. Langkah ini diperlukan untuk menghindari potensi sengketa lahan maupun tumpang tindih klaim wilayah di kemudian hari.
“Data wilayah administrasi, toponimi, pulau, hingga Kode Wilayah Administrasi Pemerintahan (WAP) yang valid adalah prasyarat dasar dalam perencanaan pembangunan. Validitas ini penting agar pembangunan berjalan legal dan tidak menimbulkan persoalan hukum,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa penetapan batas administrasi tidak akan memengaruhi hak masyarakat atas tanah. Menurutnya, batas wilayah yang ditentukan bersifat administratif dan tidak mengganggu hak ulayat maupun kepemilikan lahan warga.
Sementara itu, Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala, yang hadir bersama Sekretaris Daerah Dairi, Surung Lamhot Charles Bantjin, menyatakan dukungan terhadap proses penetapan tersebut. Pemerintah Kabupaten Dairi disebut berkomitmen mendukung kerja sama antarwilayah dalam pembangunan fasilitas pertahanan.
Di sisi lain, Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor, menyambut baik hasil penetapan koordinat tersebut. Ia menyatakan kesiapan pemerintah daerahnya untuk bersinergi dengan TNI dan Kemendagri agar pembangunan Batalyon 908 Gajah Dompak dapat segera direalisasikan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat daerah dan unsur TNI, termasuk Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Provinsi Sumatera Utara Ade Sofianita, Sekda Pakpak Bharat Jalan Berutu, serta Dandim 0206/Dairi Letkol Czi Nanang Sujarwanto. (rud/ila)
DAIRI — Direktorat Toponimi dan Batas Daerah, Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), memastikan lokasi pembangunan Batalyon Teritorial (TP) 908 Gajah Dompak berada di wilayah administrasi Kabupaten Pakpak Bharat.
Kepastian tersebut disampaikan setelah Direktur Toponimi dan Batas Daerah Kemendagri, Raziras Rahmadillah, melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan untuk menentukan titik koordinat, Kamis (10/4) lalu.
Peninjauan dilakukan guna memastikan kelancaran proyek strategis pertahanan tersebut sekaligus menjamin ketertiban administrasi wilayah. Berdasarkan hasil verifikasi lapangan, titik pembangunan markas batalyon dinyatakan masuk dalam wilayah Pakpak Bharat.
Raziras menegaskan, penentuan titik koordinat yang presisi menjadi hal krusial sebelum pembangunan fisik dimulai. Langkah ini diperlukan untuk menghindari potensi sengketa lahan maupun tumpang tindih klaim wilayah di kemudian hari.
“Data wilayah administrasi, toponimi, pulau, hingga Kode Wilayah Administrasi Pemerintahan (WAP) yang valid adalah prasyarat dasar dalam perencanaan pembangunan. Validitas ini penting agar pembangunan berjalan legal dan tidak menimbulkan persoalan hukum,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa penetapan batas administrasi tidak akan memengaruhi hak masyarakat atas tanah. Menurutnya, batas wilayah yang ditentukan bersifat administratif dan tidak mengganggu hak ulayat maupun kepemilikan lahan warga.
Sementara itu, Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala, yang hadir bersama Sekretaris Daerah Dairi, Surung Lamhot Charles Bantjin, menyatakan dukungan terhadap proses penetapan tersebut. Pemerintah Kabupaten Dairi disebut berkomitmen mendukung kerja sama antarwilayah dalam pembangunan fasilitas pertahanan.
Di sisi lain, Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor, menyambut baik hasil penetapan koordinat tersebut. Ia menyatakan kesiapan pemerintah daerahnya untuk bersinergi dengan TNI dan Kemendagri agar pembangunan Batalyon 908 Gajah Dompak dapat segera direalisasikan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat daerah dan unsur TNI, termasuk Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Provinsi Sumatera Utara Ade Sofianita, Sekda Pakpak Bharat Jalan Berutu, serta Dandim 0206/Dairi Letkol Czi Nanang Sujarwanto. (rud/ila)

11 hours ago
6

















































